Dari Koffiku Menjadi HAND JO: Menyaring Esensi, Menemukan Identitas

Setiap brand memiliki perjalanan. Ada masa ketika sebuah nama menjadi titik awal untuk tumbuh, mengenal pelanggan, membangun produk, dan menemukan karakter. Namun seiring perjalanan tersebut, sebuah brand juga dapat menemukan bahwa dirinya telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar dari identitas awalnya. Perubahan nama dari Koffiku menjadi HAND JO bukan sekadar perubahan tulisan pada logo, melainkan sebuah proses untuk menemukan kembali siapa brand ini, apa yang ingin dibawa, dan bagaimana ia ingin dikenal ke depannya.

Koffiku menjadi bagian dari perjalanan awal. Nama tersebut membawa cerita tentang bagaimana sebuah brand kopi mulai dibangun dan diperkenalkan kepada konsumen. Di dalamnya terdapat pengalaman, proses belajar, interaksi dengan pelanggan, serta berbagai perjalanan yang membentuk karakter brand. Karena itu, perubahan dari Koffiku ke HAND JO bukan berarti menghapus perjalanan sebelumnya. Sebaliknya, HAND JO hadir sebagai kelanjutan dari perjalanan tersebut—membawa pengalaman lama ke dalam identitas yang baru dan lebih terarah.

Perubahan nama menjadi HAND JO dapat dilihat sebagai sebuah bentuk pendewasaan brand. Jika Koffiku lebih dekat dengan identitas sebagai sebuah nama usaha kopi, HAND JO memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang menjadi sebuah identitas dan filosofi. Nama baru ini memberikan kesempatan bagi brand untuk tidak hanya berbicara mengenai produk, tetapi juga mengenai proses, manusia, pengalaman, dan nilai yang berada di balik secangkir kopi.

Kata “HAND” memiliki makna yang sangat dekat dengan manusia. Tangan adalah sesuatu yang digunakan untuk membuat, mengolah, menyeduh, membawa, dan memberikan sesuatu kepada orang lain. Dalam konteks kopi, tangan menjadi bagian penting dari perjalanan sebuah cangkir: dari proses menyiapkan bahan, mengolah, menyeduh, hingga akhirnya disajikan kepada seseorang. Karena itu, HAND dapat menjadi simbol dari sentuhan manusia dan perhatian terhadap proses.

Sementara itu, perubahan identitas visual memperkuat arah baru tersebut. Logo HAND JO menampilkan sebuah cangkir kopi sederhana dengan asap yang mengepul di atasnya. Tidak banyak elemen yang digunakan. Justru kesederhanaan tersebut menjadi kekuatannya. Logo ini tidak mencoba mengatakan terlalu banyak hal melalui bentuk yang rumit. Ia memilih untuk mempertahankan simbol yang paling dekat dengan produknya: sebuah cangkir kopi.

Kesederhanaan cangkir tersebut kemudian bertemu dengan konsep kopi hitam tanpa ampas. Kopi hitam merupakan bentuk kopi yang sederhana, tetapi memiliki karakter yang kuat. Ia tidak membutuhkan banyak tambahan untuk menunjukkan identitasnya. Tanpa susu, tanpa krim, dan tanpa berbagai elemen yang menutupi karakter kopi, yang ditonjolkan adalah rasa, aroma, dan karakter asli dari kopi itu sendiri.



Translate »
× Kontak Whatsapp