Java Coffee and Flavors Fest atau JCFF 2026 kembali menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperluas jaringan pemasaran hingga ke pasar internasional. Festival yang digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur di Alun-Alun Kota Surabaya pada 17–19 Juli 2026 tersebut menghadirkan pelaku UMKM, petani, pengolah kopi, roaster, distributor, lembaga pembiayaan, serta calon pembeli dari dalam dan luar negeri dalam satu ekosistem bisnis yang terintegrasi.
Memasuki penyelenggaraan yang kelima, JCFF 2026 tidak hanya menjadi festival bagi para penikmat kopi, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat daya saing komoditas unggulan Nusantara. Selain kopi dari berbagai daerah, kegiatan ini turut memperkenalkan produk kakao dan cokelat, teh, herbal, serta rempah-rempah. Lebih dari 110 UMKM mengikuti rangkaian JCFF 2026 melalui pameran produk, workshop, talk show, kompetisi, pertunjukan budaya, hiburan, business coaching, hingga business matching dengan calon investor, lembaga perbankan, distributor, dan buyer internasional.
Salah satu agenda penting dalam JCFF 2026 adalah business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli dari berbagai negara. Sejumlah buyer internasional yang hadir berasal dari Prancis, Australia, Singapura, Malaysia, China, Nigeria, dan Jordania. Pertemuan bisnis tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mempresentasikan kualitas produk, kapasitas produksi, kesiapan legalitas, keberlanjutan pasokan, serta peluang kerja sama ekspor. Kehadiran buyer internasional juga menunjukkan bahwa produk kopi dan olahan pangan Indonesia mempunyai potensi besar untuk bersaing di pasar global.
Momentum penting juga diraih oleh CV. Freysea Indo Citra, produsen kopi instan asal Surabaya yang menaungi merek Koffiku. Dalam rangkaian kegiatan JCFF 2026, CV. Freysea Indo Citra melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding dengan buyer asal Jordania. Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama bisnis dan membuka peluang pemasaran produk perusahaan ke kawasan Timur Tengah. Kerja sama ini sekaligus menegaskan bahwa UMKM Indonesia tidak hanya memiliki kemampuan menciptakan produk inovatif, tetapi juga memiliki peluang untuk memperluas jangkauan pasar melalui kemitraan perdagangan internasional.
Pasar Jordania dinilai memiliki potensi yang menarik karena budaya konsumsi kopi di kawasan Timur Tengah cukup kuat. Selama ini, produk kopi yang beredar di Jordania banyak dipasok dari negara-negara seperti Brasil dan Vietnam. Namun, kopi Indonesia mulai memperoleh perhatian karena mempunyai karakter rasa, aroma, serta keragaman jenis yang berbeda. Pertemuan langsung antara produsen Indonesia dan buyer Jordania melalui JCFF 2026 diharapkan dapat mempercepat proses pengenalan produk, penyesuaian kebutuhan pasar, pembahasan standar ekspor, serta persiapan distribusi yang berkelanjutan.
CV. Freysea Indo Citra melalui Koffiku selama ini mengembangkan berbagai produk kopi instan, mulai dari kopi hitam robusta, blend, arabika dan arabika gold, hingga produk kopi susu, cappuccino, almond latte, caramel latte, hazelnut latte dan vanilla latte. Koffiku dikenal melalui konsep kopi instan tanpa tambahan gula dan tanpa ampas yang ditujukan bagi konsumen yang ingin tetap menikmati kopi dengan pilihan komposisi yang lebih sesuai dengan gaya hidup mereka. Produk tersebut tersedia untuk kebutuhan ritel maupun dalam jumlah besar bagi pelaku usaha minuman, distributor, restoran, dan mitra bisnis lainnya.
Keikutsertaan Koffiku dalam JCFF 2026 juga menarik perhatian pengunjung karena membawa inovasi produk yang lahir dari pengalaman pribadi pendirinya, Lidia Silvi Listijo. Usaha tersebut berkembang dari produksi rumahan menjadi produsen kopi instan dengan puluhan varian produk dan jaringan pemasaran yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia. Produk Koffiku telah dipasarkan dari Aceh hingga Sorong, Papua, dengan pasar yang cukup kuat di Malang, Jawa Barat, Jabodetabek, dan Surabaya. Selama penyelenggaraan JCFF 2026, Koffiku menargetkan transaksi sekitar Rp7 juta sekaligus memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan produknya kepada calon mitra baru.
Lebih dari sekadar pameran, JCFF 2026 memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, lembaga pembiayaan, pelaku usaha, komunitas, dan pasar internasional dalam mendorong UMKM naik kelas. Kegiatan ini membantu pelaku usaha memperoleh akses promosi, peningkatan kapasitas, pembiayaan, jaringan distribusi, serta peluang ekspor. Berdasarkan catatan Bank Indonesia Jawa Timur, seluruh rangkaian JCFF 2026 membukukan transaksi sebesar Rp92,45 miliar yang berasal dari business matching perdagangan dan pembiayaan bersama investor domestik, investor internasional, serta perbankan di Jawa Timur.
Penandatanganan MoU antara CV. Freysea Indo Citra dan buyer asal Jordania menjadi salah satu bukti nyata bahwa festival seperti JCFF dapat menghasilkan peluang bisnis yang lebih luas bagi UMKM. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan spesifikasi produk, kapasitas dan kesinambungan produksi, sertifikasi, desain kemasan, sistem distribusi, serta ketentuan ekspor yang berlaku di negara tujuan. Dengan pendampingan dan kolaborasi yang berkelanjutan, produk olahan kopi dari Surabaya berpeluang semakin dikenal dan diterima oleh konsumen internasional.
Melalui JCFF 2026, kekayaan kopi, kakao, teh, dan rempah Indonesia tidak hanya diperkenalkan sebagai bagian dari identitas dan warisan Nusantara, tetapi juga dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan daerah. Keberhasilan CV. Freysea Indo Citra menjalin kesepahaman dengan buyer Jordania diharapkan menjadi awal dari kerja sama jangka panjang sekaligus inspirasi bagi UMKM lainnya untuk meningkatkan kualitas, menjaga konsistensi pasokan, memperkuat legalitas, dan berani memasuki pasar global.